Posts Tagged ‘Entrepreneurship

01
Nov
10

Fair Trade Me

Fair Trade Me

When I said, ‘Fair Trade Me’, actually I want to make a mindset for everyone to be more aware about fair trade concept (not the label) in this world. What is the function of Fair Trade? What is the importance of Fair Trade? Why we should concern about Fair Trade? And could we put it as one of our lifestyle in the future?

Not being a hypocrite, I’m doing this article also to accomplish my desire about retail management in economic research for my job yet from sustainability in living perspective. Maybe you found that the economic or business concept will not walk harmoniously with sustainable development for people mindset about business players. Hold on! Don’t think too much about business people so reactively. For better explanation about it, you can visit my posterous at http://kikybrahmana.posterous.com .

When you said sustainability in living, so it is also PEOPLE responsibility about what should happen in this world for the best. So, it also means business people should be more concern and aware about sustainability in living. Before we are going to talk about Fair Trade (FT) furthermore, let’s we talk about sustainability in living briefly.

Sustainability in living is one of lifestyle that hopefully will happen in this world start from now and over and over again until this world gone (hopefully never happen). Sustainability in living is the concept that happened because of the people consciousness for earth’s changing. The first issue about sustainable development started in Rio de Janerio in 1992 and well-known as Agenda 21. Agenda 21 is the first summit for nations’ awareness about global warming and environmental issues. Based on United Nations (UN), Agenda 21 (also known as Rio Declaration) is a declaration on environment and development; and the statement of principles for sustainable management of forest where this first summit held in Rio de Janerio, Brasil, 3 to 14 June 1992 (http://www.un.org/esa/dsd/agenda21/ ). Furthermore this summit resulted the Commission on Sustainable Development (CSD) in December 1992 that will observe and be concerned about the progress of Sustainable Development in every aspect in this world.

Then, what is Sustainable Development?

Sustainable development was defined in the Brundtland Report by the world commission on the environment and development, in 1987, as “development that meets the needs of the present without compromising the ability of the future generations to meet their own needs”. Unfortunately, this definition remained unclear and the guidance for countries to develop sustainable development policies is very small. Then, in Rio Summit 1992, sustainable development definition has been developed until today.

Further, Garvare and Isaksson (2001) surmise best:

“Sustainable development is defined as the process to reach a steady state where both humanity and nature thrive”. (pp. 12)

 

Therefore there are 3 important aspects in sustainable development which are social, economic, and environmental aspects.

The Environmental Aspect:

The environmental aspect in sustainability development can be defined as preserving the natural resources of agriculture to meet the predictable needs of future generations as it maintains other eco- systems influenced by agricultural activities. It means that the current generation should be responsible in managing and protection the natural resources in order to avoid the damage of environment. Further, Fuch and Lorek (2004) stated that individuals must protect the environment for the sustainability of the planet. The current generation must manage their activities for protecting the environment.

 

The Economic Aspect:

The economic aspect of sustainable development can be defined as a wise, efficient and innovative act for the current and future demands in order to have an adequate, safe, and reliable supply of food and raw materials. Bower (1997) stated that sustainability development is consisting the economic development, which including the future generation welfare, that satisfies the issues for sustainability.

Economic approach which taken as policy must incorporate with the conservation of environment. Torjusen et al (2004: 24) states that organic food agriculture helps the protection of environment. It can be concluded that organic food can incorporate with the protection of environment.

The Social Aspect:

Sustainable development emphasizes the welfare of human being both the current generation and the future generation (Lin, 2006:5). It emphasizes that the chance to exploit the resources of future generation must be the same with the chance to use the resources of current generation. The importance of changing values in terms of a decreasing social relevance of meals, and increasing value of ecological aspects and consumption habits in terms of upbringing, health concern, and life style (Fuch and Lorek, 2004:12). It means that individual should not only consume the resource but also preserve the environment. Individuals and organization (business or non-profit) should realize and take responsibility for their activities to achieve a better life of community, and give the similar potential to the future generation.

 

 

Figure Scheme of sustainable development: at the confluence of three preoccupations UNESCO, 2001

So, from those explanation, we can assume that fair trade could be one of sustainable development solution. If you still ask why? Now it’s the best time to explore what is Fair Trade!

Fair trade according to my free translation (after read some sources) is a system in a company how its show their concern and awareness in equality rights and justice in trading that used in the markets to achieve sustainability in living. Mostly this fair trade issue will use in agriculture and manufactured company and influence about supply chain management. Fair trade will make a company to get their materials directly from supplier or small business company so they can cut some middlemen yet the company still gain their profits because their product’s price still comparable with the products from non-fair trade company.

Fair Trade movement is happening in middle or end of 2007. So, it’s still a young movement yet many events and agreements that already happened. So far, I only know one organization who can give fair trade certification called FTL (Fair Trade Label). But basically, every fair trade organizations will register into WFTO (World Fair Trade Organizations). These organizations are ensuring producers to get fair prices, services, and everything they need equally.

So, how about you? Are you already fair trade minded enough?

09
Oct
10

Wirausahawan = Menjadi Proaktif = Changing Management

Wirausahawan = Menjadi Proaktif = Changing Management

Kalau seandainya manusia tidak dikarunia yang disebut dengan akal pikiran, tentu saja mereka tidak begitu peduli dengan perubahan. Mungkin mereka akan cukup bahagia dengan apa yang mereka dapat. Sebuah rumah gua dengan peralatan terbuat dari batu dengan makanan seadanya diambil dari laut atau sungai atau dari hutan sekitarnya serta pakaian dari daun atau kulit binatang dengan desain seadanya. Tetapi hal itu mustahil bertahan selama ribuan bahkan jutaan tahun lamanya bagi manusia yang dikaruniai akal dan pikiran yang menyebabkan manusia tidak pernah puas sehingga memunculkan keinginan untuk selalu berubah dan kebutuhan untuk selalu dipenuhi sesuai dengan keadaan saat itu.

Coba bayangkan! Manusia sekarang wajib hidup di dunia zaman nirleka! Tidak ada listrik, tidak ada jaringan telepon, tidak ada pakaian dengan model trendi, tidak ada kendaraan yang dilengkapi peralatan canggih, dan bahkan tidak ada jaringan internet! Semua itu pasti terasa mengerikan bagi manusia yang memiliki akal pikiran karena sudah sifat dasar manusia untuk tidak pernah puas akan segala sesuatu sehingga wajib selalu berpikir tentang perubahan dalam hidupnya. Karena sifat dasarnya yang bebas dan tidak pernah puas makanya manusia selalu berusaha memenuhi keinginan maupun kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan primer maupun sekundernya.

Sebagai pelaku bisnis, tentu saja kita wajib memiliki konsep berpikir untuk selalu berani menghadapi perubahan. Acapkali seorang wirausahawan gagal dalam mengembangkan usahanya karena tidak waspada bahkan tidak peduli terhadap perubahan. Peka terhadap perubahan wajib dilakukan sejak keinginan manusia semakin variatif begitu juga kebutuhannya. Kalau tidak, usaha tersebut akan tetap stagnan sehingga berubah bentuk menjadi usaha dagang bukan bentuk kewirausahaan lagi karena tidak mengalami pertumbuhan.

Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah cara dalam pola pikir sebagai seorang wirausahawan.  Cara kita mengatur dan mengelola dalam mengubah pola pikir ini. Saya lebih suka menyebutnya  sebagai Changing Management.

Changing Management disini mungkin lebih diterapkan dalam pola pikir (atau bahasa kerennya adalah mindset) untuk menghadapi dan menyikapi segala sesuatu yang ada. Menurut Covey (2004), salah satu perubahan cara berpikir itu adalah dengan menjadi lebih proaktif!

Apa yang dimaksud dengan proaktif ini?

Terjemahan bebas saya, proaktif adalah sebuah tindakan yang cenderung melihat atau mengambil sisi positif dalam setiap situasi maupun persoalan sehingga memiliki sikap untuk mengurangi konflik baik itu untuk pribadi maupun dengan orang lain. Mengapa seorang wirausahawan wajib memiliki sifat ini?

Tentu ada!

Ketika kamu ingin memiliki pertumbuhan dalam usaha kamu, tentu saja kamu perlu memiliki pola pikir yang terbuka dan lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu. Baik itu menyalurkan ide  maupun mengembangkan suatu hal yang ada. Untuk membuahkan sebuah pertumbuhan usaha yang baik dan kerap berkembang, tentu saja kita harus bisa lebih bisa bekerjasama dengan orang lain. Bekerjasama dengan orang lain, berarti kita harus menyesuaikan pola pikir kita satu sama lain. Ketika di dalam suatu hal terjadi sebuah konflik kepentingan, maka sudah sewajarnya kita memikirkan dan memutuskan tindakan seperti apa yang perlu dilakukan agar kerjasama dapat terjalin. Seringkali kita berpikir kerjasama itu tidak berhasil karena kesombongan pihak lain. Tetapi apakah anda  pernah melakukan intropeksi terhadap diri anda sendiri apa penyebab orang atau pihak lain menjadi seperti itu? Mungkin saja karena cara penyampaian kita yang kurang menyenangkan sehingga menyebabkan kesalahpahaman.

Kesalahpahaman sering terjadi karena kurangnya berpikir positif dan optimis sehingga menyebabkan kita menjadi orang yang reaktif. Daripada mengatakan “saya tidak setuju dengan ide anda” bukankah akan lebih baik jika kita mengatakan “ide itu mungkin baik adanya, tetapi apakah hal tersebut tepat dilakukan? Bagaimana seandainya ide itu dibuat menjadi …? Apakah anda sependapat dengan saya?”

Dari situ bisa dilihat, menjadi orang proaktif adalah mencoba menghindari konflik yang ada sehingga membuat kita menjadi seorang negotiator yang handal demi kelangsungan perusahaan kita. Jadi, apakah anda bisa menjadi orang yang proaktif?

Lalu seandainya kamu menanyakan apa hubungannya menjadi proaktif dengan menjadi seorang wirausahawan yang sukses?

Tentu saja ada hubungannya!

Menjadi seorang wirausahawan yang sukses, berarti kita wajib memiliki sifat dapat bekerjasama dengan orang lain. Oleh karena itu, diharapkan jika dapat menjadi proaktif maka dapat memenuhi satu poin penting menjadi seorang wirausahawan yaitu dapat bekerjasama dengan orang lain.

Dengan bersikap proaktif, maka kamu dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Dengan menjadi proaktif, berarti kamu memiliki kesempatan untuk mengubah pola pikir kamu menjadi lebih optimis dan positif atas segala sesuatu dan diharapkan bisa menemukan ide yang baru dalam membuat suatu usaha atau mengembangkan usaha yang ada dengan mau belajar dari orang lain. Dengan menjadi proaktif, kamu diharapkan dapat menjadi orang yang produktif bukannya konsumtif.

Dari penjelasan diatas,  secara spesifiknya, maka kita dapat mengartikan bahwa Changing Management adalah sebuah perilaku bagaimana kita akan mengelola pola pikir kita menjadi lebih proaktif dan mendukung diri kita sendiri menjadi lebih bahagia serta yakin dengan segala yang sedang maupun yang akan kita lakukan sehingga memberikan perubahan nyata dalam mencapai tujuan dengan baik.

04
Oct
10

Wirausaha yang Sebenarnya – Modul Kelas Reguler

Wirausaha yang  Sebenarnya

Baiklah, mungkin sudah banyak orang yang suka mengkategorikan dirinya sebagai wirausaha atau bahasa kerennya sering disebut sebagai entrepreneur sejati. Tetapi, apakah semua orang itu berhak disebut sebagai wirausaha?

Mari kita kaji lebih lanjut apakah yang disebut wirausaha tersebut!

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki usaha sendiri tetapi usaha tersebut wajiblah memiliki indikasi sustainable corporate management.

Apa sih yang disebut sebagai sustainable corporate management tersebut?

Sustainable corporate management merupakan suatu metode pengelolaan perusahaan yang peduli akan kelangsungan perusahaan tersebut secara berkelanjutan pertumbuhannya dimana dalam pencapaian keuntungan dilakukan dengan pertimbangan melestarikan kelangsungan hidup bumi ini.

Jadi intinya, kewirausahaan atau entrepreneurship merupakan sebuah usaha yang harus bertumbuh secara berkelanjutan. Seandainya usaha tersebut merupakan usaha sendiri tetapi hanya sekedar sebagai salah satu alat untuk mempertahankan hidup seadanya, maka usaha tersebut hanya dapat dikatakan sebagai usaha dagang biasa bukanlah sebuah bentuk kewirausahaan karena salah satu karakteristik kewirausahaan adalah memiliki pertumbuhan usaha yang dilakukan secara gigih oleh wirausahanya.

Karakteristik wirausaha yang baik adalah:

  1. Berani untuk berpikiran maju yang membuat usahanya mengalami pertumbuhan.
  2. Melihat resiko sebagai sebuah peluang dalam setiap kejadian.
  3. Mandiri dan bahagia.
  4. Memiliki kebanggaan dan harga diri yang tinggi.
  5. Berpikir secara rasional dan logis.
  6. Mampu bekerjasama dengan orang lain serta bersikap profesionalisme.
  7. Jujur dan gigih.

Sedangkan menurut McGraith & MacMillan (2000), Karakter-karakter dasar dari seorang wirausahawan adalah:

  1. Action Oriented
  2. Berpikir simple
  3. Mereka selalu mencari peluang-peluang baru
  4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi
  5. Hanya mengambil peluang terbaik
  6. Fokus pada eksekusi
  7. Memfokuskan energy setiap orang pada bisnis yang digeluti

Oleh karena itu, apakah yang ingin kamu lakukan sekarang? Menjadi seorang karyawan, intrapreneur, entrepreneur, atau social entrepreneur? Karena perlu diingat, sebuah Negara yang maju akan membutuhkan banyak usaha mandiri yang akan selalu bertumbuh sehingga membantu menopang perekonomiannya. Salah satu caranya adalah menjadi seorang entrepreneur yang baik.

24
Mar
10

Silabus Kewirausahaan

No Tujuan Intruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Metode Alokasi Waktu
1  Mahasiswa diajak untuk mengenal apakah kewirausahaan itu. Proyek merupakan praktek singkat tentang membentuk sebuah usaha kewirausahaan dengan modal terbatas berdasarkan ide mahasiswa sendiri. Proyek akan dipresentasikan pada minggu ke-16&17. Pengantar Kewirausahaan Pengenalan, Pembagian kelompok untuk proyek, Sekilas tentang entrepreneurship Presentasi  90 menit
2  Mahasiswa akan diberikan definisi,konsep dasar serta bagaimana proses sebuah kewirausahaan akan terbentuk. Disini mahasiswa akan diberikan sebuah studi kasus untuk memperjelas bagaimana sebuah konsep dapat menjadi kewirausahaan yang berhasil. Konsep dasar, fungsi, dan model proses kewirausahaan Konsep, Karakteristik, Peran, Proses, dan Tahapan Kewirausahaan Presentasi, Diskusi&  Studi Kasus  90 menit
3  Mahasiswa akan diberikan penjelasan mengenai konsep globalisasi yang berhubungan dengan peluang yang mungkin dapat diambil dalam dunia kewirausahaan. Lalu akan dijelaskan bagaimana kinerja bisnis internasional serta regulasi yang harus dilaksanakan. Akan diberikan studi kasus tentang perusahaan kewirausahaan yang akhirnya berubah menjadi usaha multinasional. Globalisasi dan Peluang Kewirausahaan Konsep Globalisasi, Inovasi, Bisnis Internasional, Peluang Kewirausahaan dan Regulasinya Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
4  Mahasiswa diajak untuk lebih aware dengan perkembangan zaman. Salah satu keuntungannya yaitu teknologi berkembang dengan sangat cepat sehingga muncul hal seperti e-Business dan e-Commerce dan mahasiswa diajak untuk melihat segala peluang kewirausahaan dalam hal-hal tersebut. Peluang dalam Manajemen   e-Business dan e-Commerce pada Kewirausahaan B2B, B2C, C2C, C2B,Change Management, Sistem Informasi Manajemen, Bentuk Bisnis e-Commerce, Strategi              e-Business Presentasi  90 menit
5  Mahasiswa akan dijelaskan dalam membentuk sebuah usaha (kepemilikan atas usaha) ada beberapa macam. Jika mahasiswa menjadi seorang wirausaha, mereka dapat menentukan jenis kepemilikan usaha mereka sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Bentuk dan Jenis – jenis kepemilikan usaha Kepemilikan usaha baru, Kepemilikan usaha yang sudah ada, Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
6  Mahasiswa dapat mengerti dalam berbisnis juga dibutuhkan etika tentu saja etika yang mencakup dalam hal kewirausahaan. Ini juga dalam pembentukan image usaha yang baik. Akan diberikan sebuah contoh kasus yang menyebabkan bisnis gagall karena melanggar etika bisnis. Etika Bisnis Hak dan kewajiban dalam bisnis, regulasi nasional maupun internasional Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
7  Mahasiswa akan dijelaskan dalam kewirausahaan akan juga dihadapi beberapa resiko bisnis dan resiko pasar secara umum. Hal ini akan membantu seorang wirausaha untuk lebih tanggap terhadap keadaan yang ada sehingga bisnisnya dapat langgeng. Akan dijelaskan dalam bentuk contoh kasus. Resiko Bisnis & Resiko Pasar Resiko bisnis, resiko legalitas, resiko contingency, resiko ekuitas, resiko mata uang asing, resiko tingkat bunga pasar, dan resiko komoditas Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
8  Mahasiswa diajak untuk mengetahui tentang manajemen strategis secara umum sehingga mereka sudah dapat mempersiapkan diri dalam menentukan proyeknya secara lebih jauh. Manajemen Strategis Hakikat Manajemen Strategis, Model Proses Manajemen Strategis, Identifikasi Strategi & Menentukan keunggulan bersaing Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
9 UTS (Mid-Semester)        90 menit
10 & 11  Mahasiswa akan dijelaskan beberapa analisis yang akan bermanfaat dalam membentuk usaha bagi seorang wirausaha nanti sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki oleh wirausaha tersebut. Analisis Strategi Model konseptual Hinfelaar dalam analisis lingkungan mikro,meso, dan makro; Strategi Ansoff’s; Strategi Blue Ocean; Strategi Three Triangle Sustainability Cavagnaro & Curiel Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
12  Mahasiswa akan dijelaskan bentuk pemasaran apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang wirausaha sehingga tepat sasaran dan membuat usahanya terus bertahan ke depan. Pemasaran Segmentasi Pasar, Perilaku Konsumen, Keunggulan kompetitif yang sustainability, Marketing Mix Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
13  Mahasiswa akan diberikan penjelasan bagaimana proyeksi keuangan dalam membentuk sebuah usaha bagi seorang wirausaha yang baik secara umum. Proyeksi Keuangan Sumber dana, Kinerja perusahaan, Desain Laporan Keuangan, Kelayakan Investasi, Analisis Resiko keuangan Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
14  Mahasiswa akan dijelaskan mengenaii segala sesuatu yang bersangkutan dengan operasional perusahaan bagi seorang wirausaha. Baik itu tentang bagaimana manajemen produksi dan operasi yang baik secara umum dan inovasi terhadap perancangan produk, masalah merchandising dan menghitung masalah efektivitas dan efisiensi berdasarkan riset operasi yang ada (dalam hal ini permasalahan transportasi dan antrian). Operasional Perusahaan Manajemen produksi dan operasi, perancangan produk baru, merchandising, riset operasi yang mempengaruhi seperti transportation models dan teori antrian Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
15  Mahasiswa akan diajak untuk membuat sebuah business plan yang baik bila ingin membentuk sebuah kewirausahaan yang baik dan tepat. Business Plan Kerangka Business Plan dan item dalam Business Plan Presentasi&  Studi Kasus  90 menit
16&

17

Mahasiswa akan mengimplementasikan segala yang didapatkan selama  perkuliahan kewirausahaan ke dalam bentuk proyek dan praktek secara langsung.  Presentasi Tugas Kelompok (Bentuk Proyek)   Praktek  180 menit
18 UAS (End of Semester Exam)        90 menit

Bibliografi:

Davies B., dan Phillipa Ward (2002), Managing Retail Consumption, John Wiley & Sons Ltd., West Sussex – Inggris

Dewanti R. (2008), Kewirausahaan, Mitra Wacana Media, Jakarta – Indonesia

Hinfelaar M. (2004), Key Success Factors in International Retailing, Colofon, Leeuwarden – Belanda

Levy M., dan Barton A. Weitz (2004), Retailing Management (International Edition), ed.5, McGraw – Hill and Irwin, New York – Amerika Serikat

Prama G. (2004), Inovasi atau Mati, ed.5, Elex Media Komputindo, Jakarta – Indonesia




twitter

April 2014
S M T W T F S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 227 other followers

My Flickr Pics - The art of amateur photography

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 227 other followers