Posts Tagged ‘tpb

20
Mar
12

Review of A Study of E-Recruitment Technology Adoption in Malaysia by David Yoon Kin Tong

Teknologi internet merupakan suatu penemuan yang bisa dikatakan banyak membantu manusia dalam berbagai macam hal. Apalagi di era perekonomian global saat ini, teknologi internet sangat banyak membantu pelaku bisnis, saluran distribusi, pemerintah bahkan konsumen. Salah satu keuntungan dari internet adalah menghilangkan batasan geografis. Walaupun dari teknologi terdapat berbagai macam dampak buruk karena penyalahgunaannya, tapi kita harus akui bahwa teknologi mempermudah kita seperti mendapatkan informasi tepat waktu, menawarkan produk tanpa harus mendatangi letak fisik pihak lainnya, bisa berbicara face to face melalui internet tanpa harus peduli struktur geografis antara dua pihak dan banyak lagi. Dapat dikatakan, teknologi internet membuat kita merasa dunia ada di dalam genggaman tangan kita.

Beberapa waktu kedepan saya akan membahas mengenai e-rekrutmen yang cukup laris manis saat ini.

Mengapa e-rekrutmen?

Karena hal ini cukup menarik perhatian saya dalam banyak hal terutama masalah pemasaran jasa dan bagaimana kita bisa mengubah pola pikir para pencari kerja yang akhirnya lebih memilih mengaplikasikan resumenya melalui pihak ketiga lewat website-website tertentu dan membuat banyak perusahaan pun mempercayakan perekrutan aplikasi calon pegawai mereka baik lewat pihak ketiga ataupun website perusahaan sendiri.

Untuk review pertama, saya akan mengulas jurnal yang berjudul “Sebuah Studi Tentang Adopsi Teknologi E-Rekrutmen di Malaysia”. Jurnal ini saya dapat dari http://emeraldinsight.com/0263-5577.htm yang diteliti oleh David Yoon Kin Tong dari Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas Multimedia, Melaka, Malaysia.

Review of A Study of E-Recruitment Technology Adoption in Malaysia by David Yoon Kin Tong ( Faculty of Business and Law, Multimedia University, Melaka, Malaysia)

Seperti yang kita ketahui, bahwa kemajuan teknologi banyak membawa dampak positif di dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah dalam perekrutan tenaga kerja atau kandidat atau calon karyawan yang tepat bagi sebuah perusahaan lewat online. Sebenarnya pada zaman sekarang, perekrutan dapat dibagi menjadi dua yaitu:

  1. 1.      Perekrutan secara Konvensional

Perekrutan secara konvensional merupakan metode perekrutan dengan sistem rekomendasi dari teman maupun pekerja di perusahaan dengan biaya iklan yang cukup besar di media cetak dalam mencari para pencari kerja yang tertarik masuk kedalam perusahaan/organisasi dan mengirimkan aplikasinya dalam bentuk fisik. Perekrutan secara konvensional sepertinya mulai ditinggal perlahan baik bagi pencari kerja maupun pencari pekerja. Hal ini terjadi karena terkadang perekrutan secara konvensional dianggap memerlukan biaya yang cukup besar dan terkadang masih memiliki perspektif subyektif dalam mencari kandidat pekerja. Akhirnya perekrutan konvensional dianggap mulai tidak menarik bagi banyak pihak walaupun tidak dipungkiri untuk beberapa organisasi/perusahaan masih memakai metode seperti ini.

 

  1. 2.      e-Rekrutmen

Perekrutan lewat internet atau lebih sering disebut e-rekrutmen merupakan salah satu tipikal perekrutan calon karyawan melalui online. Hal ini terjadi karena kemajuan teknologi yang membuat semua pihak semakin tanggap informasi dan tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Perekrutan melalui internet ini dianggap lebih menguntungkan bagi banyak pihak. Untuk pihak pekerja, mereka lebih bisa mengefektifkan waktu dan mengefisiensikan biaya bila mengaplikasikan resume mereka melalui online. Selain itu, masalah geografis sudah tidak menjadi masalah sehingga para aplikan bisa mencari peluang kerja di luar daerah atau negara dimana dia berdomisili. Sedangkan bagi pencari pekerja, mereka bisa mendapatkan banyak pilihan job-seeker yang lebih berkualitas dengan biaya yang jauh lebih murah.

 

Kedua bentuk perekrutan ini tentu saja masih digunakan di banyak oganisasi. Hanya saja, pada zaman sekarang, e-rekrutmen lebih banyak berkembang karena lebih menarik dan lebih efektif serta efisien baik bagi pihak  job-seeker ataupun organisasi sendiri. Berkembangnya pencari peluang kerja melalui online ini akhirnya menjadi peluang bisnis tersendiri bagi pihak ketiga seperti www.jobsdb.com ataupun www.karir.com (di Indonesia). Bagi pihak ketiga, bisnis ini dianggap cukup menggiurkan karena banyak perusahaan/organisasi yang akhirnya memasang iklan lowongan kerja di website tersebut. Bagi pencari kerja, mereka bisa mendapatkan keuntungan karena bisa memasukkan aplikasi melalui website pihak ketiga tanpa biaya serta tidak perlu mengetik ulang resume berkali-kali karena datanya telah tersimpan di database pihak ketiga bila telah menjadi anggota mereka serta bisa memperbaharui resume sewaktu-waktu jika diperlukan. Sedangkan pihak organisasi/perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dengan memasang iklan lowongan kerja dengan biaya yang lebih rendah. Bahkan banyak juga sekarang ditemui organisasi/perusahaan melakukan e-rekrutmen melalui website resmi mereka secara langsung. Biasanya di website tersebut ada ruang sendiri yang disebut career opportunity bagi para aplikan yang ingin memasukkan aplikasinya kepada organisasi/perusahaan tersebut secara langsung seperti website resmi perusahaan sebesar Shell, Unilever, Accenture dan banyak lagi. Akhirnya fenomena ini membuat pasar tersendiri yang saya sebut pasar e-rekrutmen.

Dengan pertumbuhan e-rekrutmen yang cukup pesat ini di berbagai belahan dunia mulai banyak bermunculan pihak ketiga (lebih sering disebut online job provider) yang akhirnya membuat banyak perusahaan dan job-seeker menggunakan jasa online job provider (OJP). Hal inilah yang menarik Yoon melakukan penelitian  A Study of e-Recruitment Technology Adoption in Malaysia.

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh Yoon adalah untuk menguji persepsi para pencari kerja ( jobseeker) yang akhirnya mendapatkan kerja melalui OJP sebagai e-rekrutmen di Malaysia. Sedangkan metodologi yang digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM) (Davis, 1986) yang telah dimodifikasi tanpa mengagas sikap sebagai inti kerangka penelitian dan mengidentifikasi resiko privacy yang dirasakan (PPR), ekspektasi performa (PE), aplikasi tertentu atas keunggulan diri (ASSE) dan stres yang dirasakan (PS) sebagai kunci variable eksternal yang membentuk model penelitian untuk studi adopsi teknologi pada e-rekrutmen.

Advertisements
11
Sep
11

Theory of Planned Behavior

Bagi seseorang yang bergerak di bidang pemasaran, tentu saja kita akan berusaha bagaimana produk kita bisa diterima oleh masyarakat, memiliki brand awareness yang kuat, produk yg sesuai kualitasnya dengan harga yang akan ditawarkan, saluran distribusi yang (semoga) tidak panjang serta (jangan lupa) pelayanan yang mengikutinya. Singkat kata, si pemasar harus mampu membuat bagaimana produk bisa terjual dan menguasai market share.

Tetapi, menjual sesuatu bukanlah hal yang mudah!

Ini bisa dilihat dari pendapat Seth Godin bahwa kamu harus bisa menawarkan sesuatu yang (seolah-olah) berbeda dari para pesaing. Kamu harus remarkable seperti Purple Cow untuk mendapatkan bukan hanya konsumen melainkan pelanggan.

Tentu saja, perilaku konsumen menjadi pertimbangan yang kuat. Kita (mungkin) dibuat untuk menuruti kehendak pembeli padahal kita hanya menawarkan sesuatu yang berbeda yang membuat orang tertarik.

Kalau pendeta saya bilang di khotbahnya, kita itu hanya beda selera. (And somehow I also have a same opinion).

Tentu saja, menuruti semua perilaku dan memanjakan pelanggan/konsumen sesuai selera tersebut harus tetap ada aturan mainnya. Karena seperti yang dikatakan teman saya, Agung Herutomo , dalam bukunya ‘Conquering 2.0’, konsumen sekarang itu (menurut interpretasi bebas saya) cerdas dan cerdik sehingga mereka tau apa yang mereka mau. Mereka juga sangat well-informed tentang apa yang akan mereka beli sehingga kalau dalam teori perilaku konsumen menurut buku karangan Grewal & Levy, Marketing, konsumen seperti ini memiliki internal locust of control yang sangat kuat. Mereka tau betul apa produk yang mereka beli dan informasi yang didapat akan memutuskan sesuatu sesuai keinginannya pribadi dan tidak gampang terpengaruh dari pihak luar dalam melakukan keputusan pembelian.

Karena alasan itu juga makanya pemasar harus bisa merencanakan perilaku konsumen mereka agar semua sesuai dengan kehendak pemasar.

Thanks to Ajzen dan Fishbein, mereka menemukan Theory of Planned Behavior (TpB) yang membantu pemasar memprediksikan perilaku konsumen itu sebenarnya bisa direka.

TpB ini diformulasikan oleh Ajzen dan Fishbein pada tahun 1980an dimana awalnya model itu diformulasikan dalam bentuk Theory Reasoned Action (TRA). TRA mengemukakan bagaimana sikap menghasilkan harapan yang diinginkan konsumen ke dalam bentuk nilai-nilai. Lalu teori ini dikembangkan bagaimana perilaku muncul dibawah pengaruh tidak dapat sepenuhnya dilakukan dan konsumen masih mengandalkan rasa dalam membeli.

Akhirnya muncullah TpB dimana teori ini memprediksikan perilaku dapat diatur dan direncanakan. Ini dapat dilihat sesuai skema yang ada dibawah.

Lebih lanjut, TpB hanya menjawab beberapa sikap khusus konsumen pada pertanyaan seputar perilaku yang diharapkan.

Oleh karena itu, untuk mengukur sikap terhadap perilaku yang diharapkan, pemasar butuh menilai pandangan subyektif konsumen berdasarkan keyakinannya dan kepedulian mereka menjawab pertanyaan akan perilaku yang diharapkan.

Selain itu, kita juga harus melihat bagaimana pengendalian atas perilaku akan mempengaruhi maksud pembeli. Ini tentu saja melihat bagaimana kemampuan persepsi konsumen dalam melaksanakan perilaku yang dimaksud. Hal itu semua akan menghasilkan tujuan untuk membeli.

Aturan umumnya adalah semakin baik sikap atas nilai subyektif, dan semakin besar pengendalian rasa maka semakin kuat maksud konsumen melaksanakan pertanyaan perilaku.

TpB akan berguna sebagai informasi dalam pengembangan strategi komunikasi. Teori ini juga digunakan sebagai studi evaluasi.

Bisa dikatakan untuk pemasaran, salah satu fungsi TpB untuk melihat evaluasi atas marketing mix nya yang telah berjalan apakah sukses dan apakah pembentukan perilaku konsumen yang diinginkan sesuai dengan diharapkan.




twitter

October 2019
S M T W T F S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 226 other followers

My Flickr Pics - The art of amateur photography

Advertisements